Visi
Menjadikan IDI sebagai organisasi profesi kedokteran nasional yang berwibawa di tingkat Asia Pasifik pada tahun 2020.

Misi

1. Mengupayakan peningkatan kemampuan profesional yang beretika.
2. Mengembangkan peranan yang bermakna dalam meningkatkan derajat kesehatan rakyat Indonesia.
3. Menyuarakan aspirasi, mengupayakan kesejahteraan dan memberikan perlindungan kepada segenap anggota.
4. Mengembangkan standar pelayanan profesi, standar etika dan memperjuangkan kebebasan profesi yang mampu menyelaraskan perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat.

Tujuan
Memadukan segenap potensi dokter Indonesia, meningkatkan harkat, martabat dan kehormatan diri dan profesi kedokteran, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran, serta meningkatkan derajat kesehatan rakyat Indonesia menuju masyarakat sehat dan sejahtera.

 

SUSUNAN PENGURUS IDI CABANG KOTA BANDUNG PERIODE 2021 – 2023

 

KETUA                                 : Dr. R. Dadan Gardea Gandadikusumah, Sp.OT

WAKIL KETUA I                  : Dr. Dony Septriana Rosady, MBA, MH.Kes.,MTrAP

WAKIL KETUA II                 : Dr. Ahmad Iffa Maududy, SpB

 

SEKRETARIS                       : Dr. Eva Noviani Lestari, MMRS., MH.Kes

WAKIL SEKRETARIS I        : Dr. Dian Marina Intansari, MARS

WAKIL SEKRETARIS II    : Dr. Marry Nadya Elmiera, MMRS

 

BENDAHARA UMUM        : Dr.Anne Suria Marliane, MMRS

WAKIL BENDAHARA I      : Dr. H. R. Gama Wibawa Soemantri, MMRS

WAKIL BENDAHARA II    : Dr. Firla Rachmina Irvan

 

MKEK (MAJELIS KEHORMATAN ETIK KEDOKTERAN)

Ketua                                      : Dr. Tri Wahyu Murni, SpB, SpB-TKV, MH.Kes

 

BIDANG HUKUM PEMBINAAN DAN PEMBELAAN ANGGOTA

Ketua                                      : Dr. Noorman Herryadi, SpF, SH


BIDANG PENGABDIAN MASYAKARAT DAN TANGGAP BENCANA

Ketua                                      : Dr. Richard Sumihar Hasudungan Lumban Tobing, SpB


BIDANG P2KB

Ketua                                      : Dr. Dini Hidayat, SpOG(K)., MKes

 

BIDANG ORGANISASI, ADVOKASI, KEMITRAAN DAN KERJASAMA ANTAR LEMBAGA

Ketua                                      : Dr. NR Ratih Rustiati

 

BIDANG IPTEK DAN PENELIATIAN KEDOKTERAN

Ketua                                      : Dr. Agung Firmansyah Sumantri, SpPDKHOM., MMRS

 

BIDANG PENGEMBANGAN PELAYANAN KEDOKTERAN DAN KESEJAHTERAAN ANGGOTA

Ketua                                      : Dr. Hilman, SpRad (K)

 

BIDANG JAMINAN KESEHATAN NASIONAL

Ketua                                      : Dr. Umar Seno Waskito, SpOG(k)-FKM, MKes

 

BIDANG DATA DIRI DAN INFORMASI

Ketua                                      : Dr. Rahmat Fitra, SpM

                                                

 

 

 

Sejarah Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Tahun 1926

Perkumpulan Vereniging van Indische Artsen berubah namanya menjadi Vereniging Van Indonesische Genesjkundigen (VGI). Menurut Prof. Bahder Djohan (Sekretaris VIG selama 11 tahun -1928-1938), perubahan nama ini berdasarkan landasan politik yang menjelma dari timbulnya rasa nasionalisme (dimana dokter pribumi dianggap sebagai dokter kelas dua), sehingga membuat kata “indische” menjadi Indonesische” dalam VIG. Dengan demikian, profesi dokter telah menimbulkan rasa kesatuan atau paling tidak meletakkan sendi-sendi persatuan. Bahder Djohan mengatakan pula, “tujuan VIG ialah menyuarakan pendapat dokter, dimana pada masa itu persoalan yang pokok ialah mempersamakan kedudukan antara dokter pribumi dengan dokter Belanda dari segi kualitasnya”.

Tahun 1940

VIG mengadakan kongres di Solo. Kongres tersebut menugaskan Prof. Bahder Djohan untuk membina, dan memikirkan istilah baru dalam dunia kedokteran. Saat itu telah berkumpul 3000 istilah baru dalam dunia kedokteran. Usaha VIG lainnya adalah peningkatan gaji (upah) dokter ‘melayu’ agar mempunyai derajat yang sama dengan dokter Belanda, yang berhasil mencapai 70% dari jumlah semula (50%). Selain itu, pemberian kesempatan dan pendidikan bagi dokter ‘Melayu’ menjadi asisten dengan prioritas pertama.

Tahun 1943

Dalam masa pendudukan Jepang, VIG dibubarkan dan diganti menjadi Jawa izi Hooko-Kai.

Lahirnya Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

30 Juli 1950

PB Perthabin (Persatuan Thabib Indonesia) yang diketuai Dr. Abdoelrasjid dan DP-PDI (Perkumpulan Dokter Indonesia) menyelenggarakan rapat.; Atas usul Dr. Seno Sastromidjojo dibentuklah panitia penyelenggara Muktamar Dokter Warganegara Indonesia (PMDWNI), yang diketuai Dr. Bahder Djohan. Panitia ini bertugas menyelenggarakan ‘Muktamar Dokter Warganegara Indonesia’. Kegiatan ini bertujuan untuk ‘mendirikan suatu perkumpulan dokter warganegara Indonesia yang baru, dan merupakan wadah representasi dunia dokter Indonesia, baik dalam maupun keluar negeri’.